Ini Kicauan Para Rider Terkait Insiden Rossi vs Marquez
Kris Fathoni W - detikSport
Getty Images/Mirco Lazzari
Jakarta - Sejumlah rider, yang masih aktif
maupun tidak, berkicau di Twitter mengomentari insiden Valentino Rossi
dengan Marc Marquez di MotoGP Malaysia, Minggu (25/10/2015) kemarin.
Marquez
terjatuh menyusul duel sengitnya dengan Rossi dalam putaran tujuh
balapan tersebut. Akibat insiden ini Rossi, yang masih terlibat dalam
persaingan juara dunia MotoGP 2015, harus start dari posisi terakhir
dalam balapan pamungkas di Valencia.
[Baca juga:
Ini Penjelasan Lengkap Race Director Terkait Insiden Rossi-Marquez]
Atas
insiden tersebut, ada yang menilai kalau Marquez sebenarnya memiliki
andil kesalahan lebih besar daripada Rossi. Ini beberapa kicauan di
antaranya.
"MM melaju seperti orang brengsek untuk menghambat VR.
VR memberinya tatapan peringatan dan MM tidak menerima. Ia berusaha
mencari celah lewat jalur luar dan jatuh, itulah yang terjadi," sebut
Josh Brookes.
"Ya, VR sengaja memaksanya melebar untuk membuat
penegasan, tapi MM punya opsi selain daripada yang ia ambil dalam
balapan itu," lanjut pebalap Superbike kelahiran Australia 32 tahun lalu
itu.
Sedangkan Michael Laverty, yang masih aktif membalap di
Superbike Inggris, menilai bahwa Marquez harusnya lebih tenggang rasa
pada Rossi yang masih berpeluang jadi juara dunia--dengan kans Marquez
sendiri sudah tak ada.
"Marc sudah melangar peraturan tidak
tertulis; kalau kamu sudah tak terlibat, selalu hormati rider lain yang
masih bersaing di kejuaraan. Vale geram dan memberinya pelajaran,"
katanya.
Sebaliknya James Ellison, mantan rider Superbike yang
juga pernah tampil di MotoGP, membela Marquez dan menyindir Rossi dengan
merujuk pada sebuah insiden di Assen lalu saat kedua rider sedang
berduel.
[Baca juga:
Soal Insiden, Rossi: Saya Sudah Berada di Depan Marquez]
"Kalau
kamu main api dengan MM, kamu akan terbakar! Semoga Valentino Rossi
bisa potong jalan di Valencia dan masih bertarung untuk kejuaraan
dunia," sebutnya.
James Haydon, pria Inggris yang pernah membalap
di 250cc, 500cc, MotoGP, dan Superbike, juga memaparkan pandangannya
terkait insiden dan juga hukuman untuk Rossi.
"Itu balapan kotor
dari Rossi. Tak diragukan lagi. Tapi ia tak bermaksud mengakibatkan
crash. Ia (Rossi) memaksanya (Marquez) untuk melebar, mengacaukan jalur
keluarnya, dan membuat penegasan," sebutnya.
"(Hukumannya)
Benar-benar omong kosong! Start terakhir di Valencia? Salah satu
lintasan tersulit untuk menyalip! Bodoh! (Lebih baik) Membuat mereka
dapat poin sama," lanjut Haydon.
Juga ada pihak-pihak yang
terindikasi relatif netral dalam mhttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5506808554197407782#editor/target=post;postID=8192254246093279206enanggapi insiden Marquez dan Rossi.
Apalagi ada penilaian keduanya sama-sama pegang peranan pada insiden.
"Akan
menarik. Marc Marquez seperti menantang sepanjang balapan dan Valentino
Rossi kemudian membalasnya dengan sengaja, jadi kedua rider sama-sama
salah," tulis Ben Spies, mantan rider MotoGP yang pernah membela Yamaha
dan Ducati.
"Tak diragukan lagi Marc Marquez memang cari masalah
dan tak diragukan pula Valentino Rossi sudah membuatnya jatuh. Mungkin
tidak dengan sengaja, tapi tetap saja...," imbuhnya menilai.
Troy
Bayliss juara dunia tiga kali Superbike asal Australia, yang juga
pernah berkecimpung di MotoGP, kemudian menuturkan pandangannya secara
diplomatis. "Yang dapat saya katakan adalah 46 (Rossi) dan 93 (Marquez)
tak bisa terus seperti itu di seluruh balapan. Aku cuma lega insiden itu
tak terjadi dalam kecepatan tinggi."
Sementara itu Colin Edwards
yang pernah meramaikan pentas MotoGP periode 2003-2014 memberikan
pandangan tak kalah menarik. "Oke, menurut pandanganku: MM bertarung
untuk harga diri, bukan kejuaraan dunia. VR muak dengan balapan jarak
dekat MM. Bamm," tulisnya.
sumber : http://sport.detik.com